Category Archives: KIP

Program Keterbukaan Informasi Publik

Siapkah Badan Publik Kendal Menghadapi Berlakunya Keterbukaan Informasi? (3/Tamat)

Masih Banyak SKPD dan Badan Menutup Diri

Sebuah realitas yang mengejutkan berhasil diungkap oleh PATTIRO. Ternyata, di Kabupaten Kendal, masih banyak ditemukan SKPD yang belum mengetahui atau mungkin pura-pura tidak tahu soal kewajiban, keterbukaan informasi publik, khususnya di lembaga pemerintah yang basah. Mana sajakah SKPD yang dimaksud? baca selengkapnya...

Ditulis pada kategori KIP | Kata kunci , , , , , , | Tinggalkan komentar

Siapkah Badan Publik Kendal Menghadapi Berlakunya Keterbukaan Informasi ? (2)

Perlu Didukung Perangkat dan Prosedur Kelembagaan Informasi Publik

Agar KIP berhasil, maka kelompok masyarakat sipil sebaiknya terlibat dalam mendorong, memonitor, dan mengevaluasi proses pelayanan informasi publik, dengan menerapkan prinsip-prinsip ‘good governance’ melalui alih pegetahuan kepada kelompok masyarakat secar lebih terstruktur. baca selengkapnya...

Ditulis pada kategori KIP | Kata kunci , , , , , , | 4 Komentar

Siapkah Badan Publik Kendal Menghadapi Berlakunya Keterbukaan Informasi? (1)

SEBUAH KAJIAN DAN TELAAHAN PATTIRO SEKOLAH RAKYAT KENDAL

Dikirimkan oleh: Ardiansyah, pegiat Program Keterbukaan Informasi Publik, Pattiro Sekolah Rakyat, Kendal baca selengkapnya...

Ditulis pada kategori KIP | Kata kunci , , , , , , | 5 Komentar

Yang Selalu Hadir di Kala Sakit

Abdul Mughni adalah seorang warga di Kecamatan Sampangan, Pekalongan Timur. Kepala keluarga yang telah berumur 53 tahun ini menderita penyakit pem-bengkakan hati yang membutuhkan operasi kecil. Sebagai seorang warga miskin, Abdul kesulitan membiayai operasi untuk penyakitnya tersebut. Ditambah lagi Pak Abdul tidak mendapatkan Kartu JamKesMas meski tergolong warga miskin.
Secara kebetulan Syakir Ilmi, tetangga Abdul menghadiri pertemuan Community Center yang membahas mengenai Keterbukaan Informasi Publik yang terkait dengan layanan dan program-program kesehatan dan pendidikan. Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Pattiro Pekalongan yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kesehatan setempat. Dari situ, Syakir mengetahui adanya Dana Dampingan APBD sebesar dua juta rupiah (Rp2.000.000) yang diperuntukkan bagi warga tidak mampu yang tidak memiliki kartu Jamkesmas.
Setelah itu, Syakir bergegas menyampaikan hal tersebut kepada Abdul yang saat itu sedang dirawat di RSUD Kraton, Pekalongan. Mendengar paparan Syakir, Abdul meminta pertolongan Syakir untuk menguruskan bantuan tersebut. Keluarga Abdul kemudian segera menyerahkan syarat-syarat berupa KK (Kartu Keluarga), KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dari kelurahan kepada Syakir. Dengan senang hati Syakir membantu Abdul untuk mendapatkan Dana Dampingan guna meringankan beban biaya penyembuhan penyakit Abdul.
Setelah syarat-syarat diajukan, tim dari Dinas Kesehatan dibantu oleh petugas rumah sakit terdekat melakukan survei lapangan dengan mendatangi kediaman dan rumah sakit tempat Abdul dirawat. Dari kriteria warga miskin yang ditetapkan oleh BPS (Badan Pusat Statistik), Abdul termasuk kedalam kategori warga miskin (dengan skor 9+). Akhirnya, Dana Dampingan yang diajukan pun disetujui dan langsung dikirim ke RSUD tempat Abdul dirawat. Nilai bantuan yang keluar adalah sebesar satu juta sembilan ratus ribu rupiah (Rp1.900.000,00), dengan potongan seratus ribu (Rp100.000,00) untuk biaya administrasi. Rona sumringah terpancar dari wajah Abdul. Harapan untuk sembuh dari penyakitnya kini bukan hanya angan semata.
Bantuan yang sama juga diberikan oleh Syakir kepada Ima (31 Tahun), istri dari Shobirin (37 Tahun), warga desa kelurahan Sampangan. Ima saat itu harus melahirkan melalui operasi Caesar dikarenakan adanya kelainan di dalam kandungannya. Akan tetapi, mereka tidak mampu membayar biaya kelahiran sebesar dua juta tiga ratus ribu rupiah (Rp2.300.000,00) di Rumah Bersalin Siti Khodidjah. Shobirin pun termasuk keluarga miskin yang saat itu tidak memiliki JamKesMas. Dengan informasi dan bantuan dari Syakir bersama anggota Community Center lainnya di Pekalongan Timur, Ima kemudian mendapatkan Dana Dampingan sebesar dua juta rupiah (Rp2.000.000;-) untuk biaya persalinan. Shobirin dan Ima pun dapat pulang dengan lega membawa sang buah hati dalam timangan.
Sumber : Pengalaman masyarakat mengakses informasi” Buku Panduan Masyarakat Mendapatkan Informasi” Program “Penguatan Kapasitas Warga untuk Kebebasan Informasi di Tingkat Lokal” (Hivos) 2009-2010
baca selengkapnya...

Ditulis pada kategori Cerita dari Rakyat, KIP | Kata kunci , , , , | 4 Komentar

Jembatan Harapan Warga Jengkol

Dusun Jengkol terletak jauh di balik bukit, untuk menjangkaunya kita harus melewati jalan terjal bebatuan, naik turun bukit yang licin di musim hujan, serta menyeberangi sungai selebar 25 Meter. Dusun Jengkol dengan desanya dipisahkan oleh sungai tersebut. Secara administratif, Dusun Jengkol terletak di Desa Kedungboto, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. baca selengkapnya...

Ditulis pada kategori Cerita dari Rakyat, KIP | Kata kunci , , , , , , , , | Tinggalkan komentar