Pasangan calon bupati Kendal, dr. Hj. Widya Kandi Susanti, MM- H. Muh. Mustamsikin, S.Ag,MSi (Yakin), memperoleh kemenangan yang cukup signifikan dalam pilkada. Jumat (18/6) kemarin, KPUD menyerahkan berkas penetapan perolehan suara serta penetapan pemenang Pilkada Kabupaten Kendal 2010 ke DPRD Kebupaten Kendal.
Berdasarkan rekapitulasi KPUD Kab. Kendal diperoleh, dari total sebanyak 515.070 suara yang terkumpul, pasangan
- dr. Hj. Widya Kandi Susanti, MM – H. Muh Mustamsikin, S.Ag. Msi; (Yakin)
207.116 suara (43,22 %) - Dra. Hj. Siti Nurmakesi – H. Indar Wimbono, ST. MM; (Sinar)
102.677 suara (21,43 %) - dr. H. Nur Khadziq Sp.Jp -.H. Mastur Darori SH, Msi; (Kangmas)
98.862 suara (20,63 %) - Ir. H. Sugiono, MT – HM. Abdullah, SE; (Giad) 50.039 suara (10,44 %) dan
- Ir. H. Supriyono, MM – Nasikhin, Jr; (Sunan) 20.501 suara (4,28 %)
sedangkan jumlah surat suara yang dinyatakan rusak mencapai 35.875 suara.
Kemenangan”Yakin” adalah kemenangan mutlak sebab dengan angka itu pilbup hanya diadakan satu kali putaran. Keunggulan pasangan itu terletak pada peran tim suksesnya yang mengakar dan solid serta mampu menggerakkan mesin politik berdasarkan komando calon yang didelegasikan pada koordinator tim tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan/desa, bahkan hingga tingkat RT. Hasilnya, pasangan ini unggul di 15 kecamatan dari 20 kecamatan di Kendal. Widya dan Mustamsikin adalah pasangan yang saling melengkapi. Widya didukung penuh oleh masa nasionalis yang mengakar dan cenderung fanatik. Di samping itu, dia pun berusaha lebih lekat dengan rakyat, jauh sebelum mendaftarkan diri sebagai calon. Posisi Widya terbantu oleh Mustamsikin, tokoh NU dan ketua Forum Ukhuwah Silaturrahim Pendidikan Alquran (Fuspaq) Kabupaten Kendal. Terlepas dari adanya kampanye hitam dan isu money politic yang menyudutkan pasangan ini, faktanya masyarakat tetap memberikan suara yang besar.
Pasangan Sinar sebenarnya juga berpeluang besar menang. Sebab Siti Nurmarkesi bercitra baik selama menjabat bupati dan beliau dekat pada semua pemuka agama dan tokoh ormas. Citra positif itu harusnya menjadi modal besar. Namun, tampaknya modal itu belum dapat ditambah oleh pasangannya yang belum mengakar dan kinerja tim suksesnya yang belum berjalan dengan baik. Mengapa hal itu terjadi? Penyebabnya kemungkinan incumbent terlalu percaya diri sehingga kurang dapat mengontrol tim suksesnya. Bisa jadi dia kurang tepat memilih tim sukses.
PR untuk pemenang Pilkada ini, pertama; tugas utama bupati dan wakil bupati terpilih adalah menjaga daerahnya agar lebih kondusif. Begitu juga pasangan yang belum berhasil, harus dapat mengendalikan diri dan pendukungnya sehingga iklim menjadi makin kondusif. Kedua; bupati dan wakil bupati terpilih harus dapat mewujudkan visi dan misi, dalam bentuk program yang jelas, untuk menyejahterakan masyarakat. Misalnya, menegakkan supremasi hukum, peningkatan program pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan pengangguran dan rakyat miskin, peningkatan ekonomi kerakyatan, dan program yang menyentuh masyarakat. Ketiga; bupati dan wakil bupati terpilih harus mampu merestrukturisasi dan mereposisi birokrasi dengan adil berdasarkan kompetensinya. Keempat; tugas berat selanjutnya adalah bupati dan wakil bupati terpilih harus bisa menjaga kebersihan diri dan lingkungan, terutama berkait dengan KKN. Hal itu mengingat masyarakat Kendal trauma terhadap kasus korupsi yang melibatkan pejabat yang lalu.
sumber: mattwahyu.com


monggo mas …
matur nuwun pak wahyu!