Pada tanggal 7 Agustus 2010 yang lalu, Desa Wisata Konservasi Limbangan-KDL kedatangan wisatawan dari karyawan BNI 46’ wilayah Semarang. Kedatangan mereka dalam rangka wisata dan pengembangan diri bagi karyawan baru yang akan ditempatkan di berbagai cabang BNI 46’ di seluruh wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Wisatawan sejumlah 55 orang itu berombongan menggunakan satu armada bus. Namun, karena jalan menuju ke Dusun Banyuwindu, Desa Limbangan tempat berwisata tidak memungkinkan dilalui kendaraan besar, para wisatawan terpaksa berhenti di Dusun Krajan, Desa Limbangan dan berganti kendaraan bak terbuka menuju ke Dusun Banyuwindu.
Di Dusun Banyuwindu, mereka disambut dengan pentas tari kuda lumping. Tarian kuda lumping ini sebagai sambutan yang bermakna sebagai konservasi budaya bagi para wisatawan. Dari para peserta wisatawan ini yang berjumlah 55 peserta sangat antusias dalam menikmati hiburan dari tarian kuda luping yang dipersembahkan.
Setelah acara tarian sambutan dilanjutkan dengan acara pengenalan budaya dan adat setempat. Para wisatawan diajak bermain dan belajar tentang kepemimpinan dan kebersamaan oleh para pemandu wisata yang terdiri dari anak muda. Anak-anak muda ini berasal dari lembaga Metaforma dan Arjo. Acara selanjutnya mengenal lebih dalam kehidupan sehari-hari masyarakat desa konservasi. Deres nira dari pohon aren dan pembuatan gula jawa dari nira aren serta pembuatan kopi bubuk dari mulai pengenalan buah kopi sampai pemprosesan. Dari kegiatan tersebut diharapkan peserta memahami tentang budaya setempat dalam mengelola dan memanfaatkan alam sebagai sumber penghasilan.
Pengenalan budaya setempat ini seterusnya dilanjutkan dengan permainan-permainan edukatif untuk menciptakan rasa kebersamaan dan kepemimpinan. Karena acara sudah memasuki waktu siang para peserta disuguhi menu makanan khas setempat. Untuk makanan ringan terdiri dari Telo kulup (singkong yang direbus di nira aren), getuk kimpul ( getuk dari talas), kacang rebus. Untuk minumannya terdiri dari teh, kopi organik, kopi luwak dan badekdeng (air hasil sadapan nira aren). Untuk menu makan terdiri dari nasi (beras organik), sayur jantung pisang, sayur lompong (dahan talas kebun). Untuk lauknya ikan wader( ikan kecil-kecil yang hidup di sungai setempat), belut, lele. Dan untuk kerupuknya gendar dan peyek teri.
Para peserta sangat senang dan antusias sekali salah satu peserta yaitu Mbak Retno Setyorini bahkan membawa oleh-oleh sayur yaitu sayur jantung pisang dan sayur lompong. Mbak Retno mengatakan bahwa wisata kali ini sangat berbeda sekali dengan tempat –tempat wisata lainnya; “Kita di sini dihibur dan melihat pemandangan alam yang sangat eksotik serta terutama menu masakan tradisionalnya yang sangat maknyuus”.
Lain lagi yang dikatakan oleh Pak Gunadi “Kami sangat terkesan dan menikmati sekali, kapan-kapan jika kami mengadakan pelatihan lagi, kami akan ke sini” (Desa wisata konservasi Limbangan -red).
Malah ada dari peserta yang sangat senang akan keamanan desa ini. Mas Abdul Ghofar “Saya tadi sangat terkejut dan bingung serta sedih ketika dompet saya hilang dalam perjalanan, tapi Alhamdullilah ketemu dan ternyata ditemukan oleh seorang gadis yang cantik. Saya bersyukur telah ketemu dompet saya. Padahal isi dari dompet itu sangat penting bagi saya”.
Itu tadi beberapa kesan dari para wisatawan.
Setelah para wisatawan makan siang selanjutnya dihibur oleh orkes organ tunggal dari seniman setempat diiringi para penyanyi dari desa setempat juga. Selanjutnya para wisatawan berpamitan dengan tokoh masyarakat serta para pemandu selanjutnya mengawali perjalanan pulang yang disertai beberapa kesan yang tak kan hilang dari ingatan tentang suasana, pemandangan dan budaya Desa wisata konservasi yang berada di Desa Limbangan, Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal.
Berikut ini adalah sebagian dari foto-foto wisata tersebut:
Bilamana Anda berkeinginan untuk berwisata di Desa Wisata Limbangan Kendal baik sendiri, sekeluarga, maupun berombongan, silahkan menghubungi Sekolah Rakyat.

















SR memang TOP
jian topo markotop..!
rakyat jelita..
kapan diriku dijak mbrono?
alhamdulillah aman! SR memang joss! bukak sitik joss!
Limbangan itu dimana ya Pak? Saya rasanya pernah denger tapi rada lupa.
Baguslah sudah ada yang menggerakkan, tingkatkan terus iklan wisatanya sehingga bisa mendatangkan wisatawan dalam dan luar negeri..
di Kendal, Jateng… mas Ardian! pokoke keren abisss!
Hidup wisata asli daerah…
[...] Kekaguman Wisatawan di Desa Wisata Konservasi Limbangan | Sekolah … [...]
salam lestari,…
Kerja hebat temen2 sekolah rakyat.
sepertinya belum mentok sampai disini. perlu kesiapan warga untuk melayani tamu-tamu berikutnya. dari sini, desa wisata banyuwindu dimulai…
salam
Metaforma Semarang
[...] Sumber : http://sekorakyat.org/kekaguman-wisatawan-di-desa-wisata-konservasi-limbangan.html [...]
[...] Sumber : http://sekorakyat.org/kekaguman-wisatawan-di-desa-wisata-konservasi-limbangan.html [...]