Limbangan Sebagai Desa Wisata Konservasi, Layakkah?

Posted on July 14th, 2010 at 10:02 am by Pur Ghofur

1


Anda pernah ke Limbangan, Kendal? Bagaimana keadaan udara di Limbangan? Terletak di lereng barat Gunung Ungaran, Limbangan hawanya sejuk karena masih banyak pohon-pohon besar.

Namun, keadaan seperti ini tidak dapat berlangsung terus jika tidak ada usaha mempertahankan. Jika pohon-pohon ditebangi, dampaknya akan luar biasa. Udara panas, sumber air berkurang, beberapa jenis burung, kera dan hewan lain kehilangan tempat tinggal, pencemaran udara juga meningkat karena pohon menyerap karbon dioksida yang dihasilkan kendaraan bermotor dan sekaligus mnghasilkan oksigen yang kita butuhkan untuk bernapas.

Bagaimana dengan air? Limbangan kaya akan sumber air. Dimana-mana mengalir kali kecil dan besar yang melalui pemukiman, persawahan dan kebun-kebun. Sayang sekali, kali dan sungai di Limbangan masih digunakan untuk membuang sampah. Meracun dan menyetrum ikan di kali masih sering terjadi walaupun sudah ada Perdes Lingkungan Hidup. Akibatnya air kali tercemar dan ikanpun semakin berkurang.

Jadi, apa yang bisa dilakukan agar Limbangan menjadi desa yang nyaman dihuni, dengan udara sejuk, air berlimpah dan sumber bahan makanan cukup tersedia bagi penduduknya? Mungkinkah Limbangan menjadi daerah wisata, tempat orang dari daerah lain datang berkunjung untuk tetirah sejenak dari kesibukan sehari-hari? Bisakah Limbangan dilindungi, dijaga dan dipertahankan kondisinya agar tetap memiliki sumber daya alam yang mendukung kehidupan masyarakatnya? Mari, sekarang juga dimulai! Bekerjasama antara aparat desa, tokoh masyarakat dan segenap lapisan masyarakat yang ada, bergotong royong mewujudkan Limbangan sebagai Desa Wisata Konservasi.

APA SIH KONSERVASI ITU?

Konservasi berasal dari bahasa Inggris to conserve yang berarti menjaga atau melindungi. Konservasi biasa digunakan untuk kegiatan perlindungan sumberdaya alam. Misalnya konservasi hutan, air, tanah dan satwa tertentu. Hal itulah yang sudah mulai dilakukan oleh Sekolah Rakyat di Limbangan.

Konservasi Hutan

Desa Limbangan, 20 persen wilayahnya terdiri dari hutan. Ini berguna sebagai kawasan resapan air dan sumber mata air bagi daerah sekitarnya. Jika hutan ini terus ditebangi  lama kelamaan akan gundul. Akibatnya adalah suhu meningkat, tanah mudah longsor, sumber air berkurang. Banjir bandang yang terjadi beberapa waktu yang lalu di Borangan – Limbangan adalah salah satu contoh bagaimana penggundulan hutan di daerah hulu/perbukitan mengakibatkan air hujan tak dapat ditahan/diserap. Dan jika penebangan pohon di hutan-hutan di sekitar Banyuwindu -kawasan atas Limbangan- dibiarkan berlangsung terus, maka pada tahun-tahun mendatang Limbangan akan kekurangan air.

Konservasi Air

Konservasi air di mulai dari daerah hulu sebagai sumbernya. Jika kawasan hutan cukup terjaga, maka ketersediaan air tidak menjadi masalah. Selanjutnya tinggal menjaga sepanjang aliran dari hulu ke hilir. Pembuatan kembali kedung-kedung yang rusak karena eksploitasi Galian C liar, diusahakan untuk menciptakan iklim yang baik bagi tumbuh dan berkembangnya biota air tawar. Sebagai sumber bahan makanan protein hewani, budi daya ikan di kali mesti diusahakan untuk menopang kebutuhan pangan penduduknya.

Upaya yang lain adalah menghindari pencemaran air karena kegiatan membuang sampah di kali, meracun dengan bahan kimia, menyetrum ikan juga menyebabkan ikan yang kecil mati sehingga populasinya berkurang.

So… Mari kita mulai!!!… Salam konservasi…

Simak juga 10 cerita dari Limbangan:

  1. Air untuk rakyat
  2. Pasar Limbangan
  3. Bedug Mbah Panut
  4. Air sudah mengalir
  5. Pande besi
  6. Memanfaatkan ayam tiren untuk pakan lele
  7. Soto Mak Srini Limbangan
  8. Masturi si tukang sayur
  9. Ndurenan
  10. Pak ustadz dan kelinci

Tulisan Terkait: