Pamitan, Markesi Minta Maaf Kepada Warga Kendal

Posted on July 30th, 2010 at 2:12 am by Al Indandit

0


KENDAL – Bupati Kendal Dra Hj Siti Nurmarkesi meminta maaf kepada masyarakat Kendal jika dalam masa kepemimpinannya masih banyak kekurangan. Hal itu disampaikan Markesi dihadapan para wartawan di operasional room (OR), Setda Kendal, Senin (26/7). Dalam kesempatan itu bupati juga mengklarifikasi sejumlah masalah yang dihadapi Pemkab Kendal. Di antaranya beredarnya informasi kalau pemkab ditegur gubernur karena jumlah angka kematian ibu saat melahirkan dan kematian bayi cukup tinggi. Namun menurut Markesi, kenyataannya justru mengalami penurunan.

“Jumlah kematian ibu di Kendal pada tahun 2008 sebanyak 23 orang, sementara pada tahun 2009 turun menjadi 21 orang. Hal yang sama juga terjadi pada angka kematian anak, yaitu dari 205 bayi menjadi 106 bayi,” katanya.

Menurut bupati berkurangnya angka kematian ibu dan anak disebabkan meningkatnya sarana dan prasarana pelayanan kesehatan seperti penambahan sarana dan fasilitas rawat jalan dan rawat inap pada Puskesmas setempat, peningkatan kerja di RSUD Soewondo, dan sebagainya. “Kami bersama dengan dinas kesehatan setempat sedang memproses pembangunan Puskesmas percontohan yang telah diprogramkan dari tahun 2009,” jelas bupati.

Permohonan maaf

Dalam kesempatan itu, bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada RT dan RW, serta PNS. Menurutnya, sejak menjadi Plt Bupati dirinya pernah mengusulkan uang makan sebesar Rp 10.000,00 kepada PNS dan cinderamata kepada tingkat RT dan RW sebagai bentuk penghargaan kepada mereka dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Pihaknya juga mengakui jika karena “kebodohannya” para pengurus RT dan RW dalam tiga tahun tidak pernah memberikan tali asih sebagai kepanjangtanganan pemkab. “Waktu itu saya percaya saja saat kepala DPPKD mengatakan bahwa memberikan tali asih atau honor kepada RT menyalahi aturan. Saya langsung percaya, dan saya akui itu karena kebodohan saya,” ujar Markesi.

Markesi juga mengklarifikasi tentang pembangunan Pelabuhan Kendal yang dinilai hanya dibiarkan. Menurutnya, hingga tahun 2010 pemkab telah mengeluarkan dana Rp 150 miliar lebih untuk pengadaan tanah, membangun break water, jalan masuk dan lain sebagainya. “Pembangunan Pelabuhan Kendal terus kami lakukan, namun karena APBD terbatas kami minta bantuan APBN.

Dengan beroperasinya Pelabuhan Kendal dan masuknya investor akan menambah lapangan pekerjaan, ” ungkapnya. Dalam kesempatan jumpa pers Hari Jadi Kabupaten Kendal yang juga dipakai untuk ajang pamitan, Markesi juga mengklarifikasi adanya pemberitaan miring perihal pemerintahan saat dirinya memimpin.

Sementara itu Kepala DPPKD Enny Widaryanti saat dikonfirmasi mengatakan, Bupati Dra Hj Siti Nurmarkesi memang pernah mengajukan usulan kenaikan uang lauk-pauk PNS sebesar Rp 10 ribu, namun usulan tersebut ditolak oleh DPRD. Mar/SR

Tulisan Terkait: