Pelayanan Buruk, Orangtua Pasien Lapor Polisi

Posted on April 10th, 2010 at 11:21 am by Mohammad Norrodin

2


BINJAI- Tak terima dengan pelayanan buruk yang diberikan pihak Rumah Sakit terhadap anaknya, orang tua Rin Debora (12), warga Jalan Jambi, Kecamatan Binjai Selatan, Senin (8/2) me-ngancam mengadukan dr Hasahatan seorang tenaga medis di RS Arta Medica, Sadihman Gidion Siallagan orang tua pasien tersebut kepada wartawan Koran ini, Minggu (7/2) mengatakan, laporan itu dilakukannya karena ketidak profesionalan pihak rumah sakit dan dokter yang menangani anaknya. Sebab, gara-gara ketidak profesionalan itu pula saat ini perut anaknya membusuk setelah dibedah di tempat itu.

Dijelaskannya, awalnya anaknya hanya mengalami sakit perut dan diperiksakan ke DR Djoelham Binjai Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Binjai Kota, Senin (7/12) lalu. Setelah diperiksa oleh tenaga medis di tempat itu, korban diduga mengalami usus buntu dan dirujuk ke bagian bedah yang ditangani dr Hasahatn Simangunsong. “Saat itu Hasahatan menganjurkan agar anak kami dioperasi,” ujar Sadihman.

Karena bius umum saat itu rusak, mereka kembali menjumpai dr Hasahatan. Kemudian Hasahatan menyarankan agar membawa korban ke RS Artha Medica dengan membuat surat rujukan.

Sesampainya di RS Aretha Medica, mreka pun memilih paket III dengan biaya sekira Rp3.500.000. “Kami langsung pilih paket III, sebab hanya perbedaan kamar saja,” ucapnya. Setelah korban masuk ke kamar yang sudah ditentukan, dr Hasahatan datang dan langsung melakukan operasi terhadap korban tanpa memberitahu mereka lebih dulu.

“Operasi yang dilakukan dr Hasahatan terhadap anak kami tanpa sepengetahuan kami berdua, anak saya langsung dibawa ke ruang bedah dan saat itu saya dipanggil ke ruangan bedah, di ruang bedah saya melihat urat anak saya berwarna putih,” ungkapnya, saraya menambahkan, anaknya dipindahkan dari ruangan operasi dengan kondisi sadar dan tanpa alat Bantu urin dan tinja (keteter).

Keesokan harinya, kondisi anaknya tambah parah. Bahkan saat itu suhu badannya naik turun. “Dan saya laporkan ke perawat, dan saat itu saya sempat mempertanyakan dr Hasahatan, tapi kata perawt tersebut dr Hasahatan tidak masuk, disebabkan tidak ada jamnya, kemudian saya mencoba menemuai dr Dedy selaku Dokter Umum, dengan dr Dedy anak kami diberikan obat demam,” terangnya.

Khawatir anaknya tambah kritis, merekapun membawa korban ke RS Elisabet, Medan untuk mendapatkan pe-layanan lebih baik. Sesampainya di RS Elisabet, korban langsung mendapat perawatan intensif. “Di Artha Medica, perban anak saya tak pernah diganti, sesampainya di RS Elisabet, perban itu dibuka dan langsung muncrat nanah, kata pihak Elesabet anak saya sudah mengalami impeksi dan akhirnya anak saya dioperasi kembali, ” ucapnya.

Sementara itu, Dr Hasahatan saat dikonfirmasi melalui via selulernya kepada wartawan koran ini membantah hal tersebut. Menurutnya, selama dalam penanganannya, Debora mendapatkan pelayanan maksimal. (mag-4)

sumber: Harian Sumut

Tulisan Terkait: