Eksploitasi galian C yang terjadi di kecamatan Limbangan, di lereng gunung Ungaran yang berada di empat Desa, yakni Sriwulan, Gonoharjo, Pagertoya, yang masuk daerah aliran sungai (DAS) Blorong dan Peron yang masuk daerah aliran sungai (DAS) Bodri di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, amat memprihatinkan dan dikhawatirkan dapat merusak kelestarian alam.
Banyak pengelola galian C tersebut sama sekali belum mengantongi ijin.
Hal itu diketahui dari penelitian yang dilakukan oleh Pattiro Sekolah Rakyat (PSR) Kendal yang juga konsen dengan program konservasi alam. RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah), Perda Provinsi Jateng, kawasan lingkar barat Gunung Ungaran merupakan daerah tangkapan atau resapan air, dan sebagai daerah keanekaragaman hayati atau biodiversity, sehingga jika ada galian C secara liar, dampaknya akan merusak lingkungan, apalagi kontur tanahnya miring lebih dari 40 derajat.
Pada praktiknya, kegiatan eksploitasi (biasa disebut depo) tidak menunggu ijin turun dulu, akan tetapi hanya berbekal izin Kades dan Camat setempat, investor sudah berani beroperasi. Berdasarkan hasil konsultasi PSR dengan Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal, galian C ilegal di Kecamatan Limbangan sudah dilaporkan ke Bupati.
PSR berharap, Pemkab Kendal segera mengambil tindakan tegas terhadap kegiatan eksploitasi galian C illegal yang secara nyata telah menyebabkan kerusakan lingkungan, yang tidak sebanding dengan kontribusi kepada masyarakat maupun Pemkab. “Sebelum terjadi kerusakan lebih parah, tidak ada salahnya untuk segera dihentikan”.

Firefox 3.5.5
Windows XP
GNU IceCat 3.6.4
Debian GNU/Linux



July 7th, 2010 → 15:53
[...] lebih kami melaporkan Galian C yang tidak memiliki ijin prinsip namun hingga sekarang tidak ada tindakan tegas dari Tim DP3E Kabupaten Kendal jangan-jangan dugaan [...]
July 20th, 2010 → 08:08
[...] menjaga sepanjang aliran dari hulu ke hilir. Pembuatan kembali kedung-kedung yang rusak karena eksploitasi Galian C liar, diusahakan untuk menciptakan iklim yang baik bagi tumbuh dan berkembangnya biota air tawar. [...]