
Kawasan pesisir di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah merupakan daerah yang memiliki arti penting bagi Kabupaten Kendal. Karena ada 23 desa di pesisir pantai yang membentang sepanjang 42 KM di wilayah Kabupaten Kendal. Kawasan pesisir ini merupakan daerah tanaman mangrove yang berfungsi sebagai penahan erosi laut/abrasi dan berkembangnya habitat flora dan fauna spesies pesisir. Selain itu hutan mangrove ini juga merupakan penahan banjir laut/tsunami bagi daerah disekitarnya. Namun dalam kurun waktu 10 tahun, pantai disepanjang Kabupaten Kendal mengalami Abrasi seluas 1.151 Ha (data dari Kantor Lingkungan Hidup tahun 2008), hal tersebut berdampak pada berkurangnya luas daratan. Program penanaman mangrove yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal dalam hal ini Dinas Peternakan, Kelautan dan Perikanan baru sebatas penanaman seremonial belaka, tanpa ada konsep keterlibatan masyarakat pesisir itu sendiri. Sehingga siapa yang memelihara pasca penanaman, apa dan bagaimana fungsi mangrove, tidak ada yang menjadi penanggungjawab dari keberadaan program penanaman mangrove tersebut. Kapan Pemerintah Kabupaten Kendal merehabilitasi hutan mangrove di pesisir dengan target 410 Hektar atau di 23 desa di sepanjang pantai Kabupaten Kendal? Hal yang luarbiasa apabila Pemkab Kendal mengerahkan seluruh jajarannya untuk melakukan restorasi dan rehabilitasi mangrove disepanjang pantai Kendal. Karena pohon mangrove membutuhkan waktu hingga lima tahun untuk menjadi dewasa, Pemkab Kendal juga harus memantau secara rutin pohon-pohon yang telah ditanam serta pentingnya pelibatan warga sekitar hutan mangrove. Selama ini Pemkab melalui SKPD terkait dalam melakukan program rehabilitasi maupun restorasi kawasan pesisir menunggu dana dari propinsi maupun pusat, ketergantungan ini tanpa diimbangi dengan kemauan Pemkab untuk menggali potensi yang di miliki masyarakat dan dunia usaha yang ada di Kendal. Kalau menilik dari peran masyarakat dan dunia usaha terhadap kemajuan dan kepedulian terhadap pembangunan jelas merekalah tulang punggungnya. Namun Pemkab seharusnya bijak dan berorientasi pada gerakan masyarakat bukan malah berorientasi proyek semata. Pesisir pantai Kendal merupakan daerah yang sudah masuk status kuning dan merah, artinya parah dan sangat parah untuk kerusakan mangrovenya. Seiring dengan ditetapkannya RT, RW yang mengatur tentang garis sepandan pantai maka perlu Pemkab segera mensosialisasikannya ke seluruh masyarakat di sepanjang pesisir dengan harapan masyarakat mengetahui dan mematuhi perda tersebut, dan mulai berbenah untuk masa yang akan datang. Pemkab juga harus mengkoordinasi dinas terkait yang konsen terhadap kondisi alam, masyarakat pesisir baik yang fokus pada pemberdayaan masyarakatnya maupun yang fokus pada rehabilitasi hutan mangrovenya. Bila hari ini Pemkab dan masyarakat menanam mangrove serta mewacanakan tentang ekowisata mangrove, maka 5 tahun yang akan datang seluruh kawasan pesisir Kendal akkan menjadi Kawasan Ekowisata. Namun sebagaimana kita ketahui bahwa Pemkab akan membangun KEK dan PLTU yang tentunnya berdampak pada kawasan disekitarnya baik yang berupa rob maupun banjir, sehingga Pemkab sejak dini sudah mensosialisaikan hal tersebut dan bersama-sama masyarakat melakukan rencana-rencana mitigasi dampak tersebut. Pemkab mempercayai masyarakat sebagaimana masyarakat telah mempercayai mereka untuk mengatur dan memanajemen untuk kesejahteraan masyarakat jangan hanya untuk kesejahteraan Pemkab saja. Ekowisata mangrove menjadi hal yang mustahil manakala pemkab dan masyarakat tidak sevisi dalam mewujudkannya. Kondisi dan realitas yang ada mengharuskan masyarakat berdaya dan mandiri untuk mewujudkan konsep ekowisata, karena melihat betapa APBD yang mayoritas tersedot untuk belanja pegawai dan belanja langsung pun masih pada tahapan skala prioritas pembangunan fisik saja. Maka sudah menjadi keharusan dan kesadaran semua stakehoder untuk bersama-sama mendorong pemberdayaan masyarakat yang mampu mewujudkan konsepnya secara mandiri dan gotong royong.


Mari saling berbagi info tentang bagaimana mengelola lingkungan khususnya mangrove…. kunjung balik ya gan……
siap,,dan harus banyak dukungan dari berbagai pihak untuk kegiatan Mangrove