Menuju Kendal Mandiri: Refleksi Hari Jadi Ke-405

Posted on July 27th, 2010 at 5:03 pm by Sekolah Rakyat

5


Tanggal 28 Juli 2010, Kendal telah berusia 405 tahun. Penetapan Hari Jadi Kendal tidak serta-merta lahir begitu saja, tetapi melalui perdebatan yang panjang. Hari Jadi Kabupaten Kendal yang biasanya diperingati setiap 26 Agustus akhirnya diubah menjadi 28 Juli setiap tahunnya. Hal itu disampaikan oleh Prof. Juliati Suroyo ketika menyampaikan pemaparan hasil seminar hari jadi yang di lakukan pada 6 Agustus 2006 yang silam. Perubahan momen tersebut didasarkan pada pengangkatan Tumenggung Bahurekso sebagai Bupati Kendal pada 12 Robiul Awal 1014 H atau 28 Juli 1605 M. Hari atau tanggal tersebut dalam penanggalan Jawa jatuh pada hari Kamis legi malam Jumat pahing 1527 Saka. Jadi, bukan didasarkan pada penyerangan Tumenggung Bahurekso ke Batavia pada tanggal 26 Agustus 1626. Sejarah Kabupaten Kendal selengkapnya bisa disimak di sini: Sejarah Kabupaten Kendal

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Kendal juga tak lupa merayakan hari jadi-nya. Untuk tahun ini, tema yang diusung adalah “Dengan Hari Jadi Ke-405 Kabupaten Kendal, Kita Bangun Semangat Kebersamaan, Persatuan dan Kesatuan, Guna Mewujudkan Kendal yang Beribadat” dengan subtema:

  1. Melalui Hari Jadi Ke-405 Kabupaten Kendal, Kita Tingkatkan Sumberdaya Manusia Mandiri untuk Terwujudnya Masyarakat Sejahtera.
  2. Melalui Hari Jadi Ke-405 Kabupaten Kendal, Kita Wujudkan Pemerataan Pelayanan Prima untuk Masyarakat di Segala Bidang.
  3. Melalui Hari Jadi Ke-405 Kabupaten Kendal, Kita Tingkat mantapkan Kondusivitas Lingkungan untuk Kelancaran Pembangunan di Segala Bidang.
  4. Melalui Hari Jadi Ke-405 Kabupaten Kendal, Kita Teruskan Reformasi Birokrasi untuk Terwujudnya Pemerintahan Yang Dipercaya.

Sebagai wilayah kabupaten yang telah melampaui batas usia di atas empat abad, Kendal jelas telah merasakan pahit-getirnya gelombang peradaban yang terus bergerak dan berubah menembus dimensi ruang dan waktu. Ada romantika pasang-surut yang hadir mewarnai wilayah seluas 1.002,27 km² ini. Pergantian kepemimpinan terus terjadi mengikuti siklus dan kehendak “sang waktu”. Penduduknya juga terus bergerak mengikuti derap dan desain zaman. Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kendal, sampai dengan pertengahan tahun 2009, data jumlah penduduk di Kabupaten Kendal telah mencapai 1.058.493 jiwa yang terdiri dari laki – laki 527.224 jiwa (49.81%) dan perempuan 531.269 jiwa (50.19%), dengan kepadatan rata – rata 1.056 jiwa/km². Kini, jumlah penduduk kabupaten yang memiliki slogan Beribadat (Bersih, Indah, Barokah, Damai, Aman, dan Tertib) ini pasti juga telah bertambah.

hari jadi kendal
Prosesi Hari Jadi Kendal
hari jadi kendal
Pentas Duta Seni Kendal di TMII
hari jadi kendal
Pentas Duta Seni Kendal di TMII
Seiring dengan itu, sentuhan perhatian di bidang industri, pariwisata, perkebunan dan kehutanan, pertanian, peternakan, kawasan ekonomi khusus, pertambangan, dan jaringan infrastruktur pendukungnya juga terus diberdayakan dari tahun ke tahun untuk mendinamiskan kawasan pesisir ini menuju kawasan mandiri. Meski demikian, sentuhan perhatian tak cukup hanya diarahkan ke ranah fisik semata. Untuk mendukung terwujudnya Kendal Mandiri, ranah non-fisik, seperti pendidikan serta seni dan budaya, menjadi penting dan urgen untuk diperhatikan.

Pada ranah pendidikan, misalnya, selain masih banyak terdapat sarana dan prasarana yang kurang layak pakai, juga masih terjadi ketimpangan antara ketersediaan guru dan jumlah mata pelajaran yang tersedia. Pada satu sisi ada guru yang kelebihan jam mengajar, sementara pada sisi yang lain, tidak sedikit juga guru yang mengalami kekurangan jam mengajar. Proses rekruitmen dan penempatan formasi guru yang kurang sesuai dengan kebutuhan nyata di sekolah telah menyebabkan atmosfer pembelajaran mengalami stagnasi. Situasi seperti ini makin krusial ketika guru yang dinyatakan telah lulus sertifikasi guru dituntut untuk memenuhi beban mengajar 24 jam. Tentu saja, masih banyak persoalan pendidikan yang belum tergarap secara optimal. Jaringan internet yang memungkinkan sekolah mampu memanfaatkannya sebagai salah satu pusat sumber belajar juga masih jauh dari standar kelayakan. Demikian juga buku-buku yang ber-”nutrisi” tinggi yang mampu membuat anak-anak cerdas, masih belum tersedia secara memadai di perpustakaan-perpustakaan sekolah.

Pada ranah seni dan budaya, Kendal layak berbangga. Beberapa kali, kelompok seni rakyat Kendal dipercaya untuk menjadi Duta Jawa Tengah dalam ajang pentas yang cukup bergengsi di TMII. Melalui Dewan Kesenian Kendal (DK2), 20 komisariat kecamatan yang membidangi ranah kesenian juga telah terbentuk. Jelas, ini menjadi nilai tambah buat para “Laskar Seni Bahureksa” yang berada di kantong dan komunitas seni yang tersebar di berbagai kecamatan untuk bisa tampil lebih eksis dan berdaya. Sayangnya, hingga saat ini Kendal belum memiliki seni rakyat khas Kendal yang bisa diangkat sekaligus dijadikan sebagai sebuah ikon kesenian, padahal potensi untuk mengarah ke sana sangat terbuka. Banyak kesenian rakyat Kendal yang bisa direvitalisasi, dimodifikasi, dieksplorasi, dielaborasi, atau dikolaborasi hingga menjadi sebuah ikon kesenian rakyat Kendal.

Semoga momen Hari Jadi Kendal tahun ini bisa dijadikan sebagai bahan refleksi dan evaluasi bagi semua pihak agar Kendal benar-benar menjadi daerah yang maju, dinamis, mandiri, semakin arif dan bijak dalam menghadapi setiap tantangan dan peluang yang ada.

Dirgahayu Kendal-ku tercinta!

Repost dari  Catatan Sawali Tuhusetya

Tulisan Terkait: