Nyonya Enni Setyastuti yang berobat dengan suaminya, Endri Priyanto di RSUD Suwondo Kendal, Selasa (25/5) pagi merasa telah dipingpong dan mendapatkan pelayanan yang kurang memadai, baik sewaktu ada di poli THT maupun di UGD. Padahal RSUD Suwondo baru saja dinobatkan sebagai RS bertipe B yang mengedepankan pelayanan prima. Endri yang merupakan salah satu anggota LSM Pattiro berkisah kepada RADAR, bahwa telinga istrinya kemasukan hewan sehingga terasa begitu sakit. Setelah mendaftar di bagian loket pendaftaran pada pukul 08.00 istrinya disarankan untuk berobat di bagian THT. Setelah ditunggu beberapa saat ternyata Dokter THT tersebut belum juga datang dan dokter spesialis THT baru akan datang pada jam 09.00.
Mengingat kondisinya kian kesakitan, akhirnya Endri mendesak kepada petugas untuk segera menanganinya. Keduanya disarankan untuk ke UGD, namun setelah sampai di UGD, justru petugas UGD menyarankan sebaliknya. Dengan alasan bahwa peralatan di UGD tidak lengkap, Endri beserta istri disuruh untuk kembali ke THT. Atas saran petugas UGD kedua pasangan tersebut akhirnya kembali ke THT. Ternyata di poli THT kali sangat menyakitkan karena di THT untuk ke sekian kali kembali disarankan ke UGD karena dokter baru akan datang pada pukul 09.00 nanti.
Atas perlakuan tersebut, sontak Endri Priyanto langsung marah “Apa-apaan ini, RS ini kan berfungsi untuk melayani pasien selama 24 jam, tetapi kenapa yang terjadi justru RS melakukan penelantaran dan memingpong calon pasien, padahal calon pasien dalam kondisi sangat kesakitan” ujarnya komplain terhadap petugas RS.
Potongan berita di harian RADAR 26 Mei 2010


[...] This post was mentioned on Twitter by Andy MSE, Andy MSE. Andy MSE said: ini namanya http://tinyurl.com/2ven864 (memasyarakatkan olahraga, mengolahragakan masyarakat) http://plurk.com/p/5gc24x [...]
Jadi ingat lagu Iwan Fals. Begitulah, apalagi kalau pasien miskin. Nasib…
.-= PakOsu´s last blog ..INTERMILAN JUARA LC 2010 =-.