RSUD dr. Soewondo: Pasien keluhkan keterlambatan dokter

Posted on June 26th, 2010 at 10:59 am by Mohammad Norrodin

4


Survei pelayanan di RSUD Soewondo KENDAL; Bappeda dan Dinas Kesehatan selama dua pekan mengadakan survei pelayanan rumah sakit di RSUD Dr Soewondo. Hasilnya sangat mengejutkan…

Dari 2.500 responden pasien, mereka mengeluhkan keterlambatan dokter di ruang praktik poliklinik. Bahkan tak jarang hingga pukul 10.00 WIB dokter spesialis belum kelihatan batang hidungnya. Padahal sejak pukul 07.00 para pasien sudah antre menunggu untuk berobat.

Dirut RSUD Dr H Soewondo dokter Yufro Kelana, SpPD saat dikonfirmasi terkait hasil survei tersebut menjelaskan, sudah menerima hasil survei dari para pasien.

Hasil survei itu setelah diseleksi meliputi 36 keluhan pasien terhadap pelayanan rumah sakit. Dari jumlah itu, sebagian besar pasien mengeluhkan keterlambatan dokter di ruang praktik poliklinik.

’’Memang faktanya seperti itu dan nanti akan kita benahi perlahan-lahan,’’ ujar dirut RSUD.

Menurut Yufro, dengan banyaknya keluhan keterlambatan dokter, ada kemungkinan pihaknya menambah dokter spesialis. Sebab dokter spesialis yang dimiliki rumah sakit masih kekurangan. Dengan berubah menjadi badan layanan umum daerah (BLUD), rumah sakit punya kewenangan menambah jumlah dokter spesialis.

Yufro menambahkan, rekomendasi hasil survei tim akan ditandatangani 27 Agustus mendatang. Rekomendasi tersebut akan segera diberlakukan di rumah sakit. Hanya untuk membenahi kekurangan pelayanan di rumah sakit perlu waktu untuk menyesuaikan diri.

’’Setelah rekomendasi keluar, kami sebagai pengelola rumah sakit siap melaksanakan rekomendasi dari tim survei,’’tegas Yufro.

Salah satu pasien, Riza (18) warga Patebon mengatakan, pernah punya pengalaman tidak mengenakkan saat berobat di poliklinik RSUD Soewondo. Riza datang ke rumah sakit untuk cek ke bagian bedah. Namun hingga pukul 10.00 WIB, dokter spesialis bedah belum ada yang datang.

Karena terlalu lama menunggu, akhirnya dia nekat pulang dan kembali keesokan harinya. ’’Saya sudah datang ke loket sejak pukul 07.00 WIB dengan harapan dapat pelayanan awal,’’ jelas Riza.

Seperti diberitakan, sejak berubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pelayanan RSUD Dr H Soewondo bukannya membaik tapi justru semakin buruk. Ironisnya lagi rumah sakit milik pemkab ini baru dinyatakan lulus 16 sertifikasi pelayanan oleh Badan Akreditasi rumah sakit pusat. Padahal kenyataannya pelayananya jauh dari harapan masyarakat.

Tulisan Terkait: